Kadang kalian sadar gaksih, ges… bukan hidup mimin aja sih. Mungkin kalian juga pernah merasa hidup itu jenuh banget. Pagi pulang pagi, kerja buat sesuap rejekiiiiiiiiiiiii wkwkwk… langsung teringat lagu Armada, hahah. Lucuyah… lagu-lagu jaman masa kecil tiba-tiba terasa relate saat umur bertambah tanpa kita sadari. Mungkin penciptanya kayak mimin…
Appayo Bernada
-
-
⚔️Level Up Tanpa Isekai: Cuma Aku dan Diriku🌌
Hai sobat Appayo Nada yang tak pernah beraturan, yang kadang lompat-lompat sesuka hati, merangkai keanehan kecil di dunia mimin— dunia yang memang nggak pernah bisa dibait ala-ala pria senja yang duduk di café sambil nulis puisi tentang kopi dan hujan. Mimin bukan tipe itu, wkwk. Nada mimin selalu random, selalu…
-
🌫️ Catatan Akhir Tahun dari Pulau Kecil
oleh mimin Hello Appayo Yo minna, apa kabar semua. Di tengah kesibukan mimin di penghujung tahun, tiba‑tiba sadar… eh, kok 2025 sudah lewat begitu saja. Waktu memang suka jalan tanpa permisi, ya. Banyak hal yang mimin sesali tahun ini. Tapi banyak juga hal yang mimin lalui — terutama selama hidup…
-
Buah Cinta yang Gugur, Tumbuh Jadi Taman
🗂️ Prolog Admin ようこそみんな , di tengah kegabutan pagi yang tak direncanakan, admin Appayo tiba-tiba kepikiran tentang 紅葉 (kouyō)—daun musim gugur yang berubah warna sebelum jatuh.Seperti cinta yang datang tiba-tiba: mekar, ranum, lalu gugur… tapi tetap meninggalkan keindahan di taman hati.Blog ini bukan sekadar puisi. Ini arsip rasa, memo absurd,…
-
🌒 Appayo Bernada: Jam 2 Pagi dan Pena yang Nggak Mau Tidur
Jam 2 pagi. Admin gabut. Pikiran random. Tapi kata-kata malah muncul kayak notifikasi yang nggak bisa di-swipe. Kenapa Bernada? Puisi Pertama 🔗 Baca puisi pertama di sini: 👉 Buah Cinta yang Gugur, Tumbuh Jadi Taman – Helloappayo Kata-Kata yang Nggak Boleh Ilang “Kadang hidup kayak plugin WordPress—udah diaktifin, tapi nggak…






